Berhubung blog ini membahas tentang SURAT CINTA jadi untuk pembahasan kali ini kita bahas sedikit tentang CINTA MONYET
sebenernya temen temen tau ga soal cinta monyet? kalau ngerasain pasti pernah ya? jadi temen temen cinta monyet tuh klau menurut KBBI rasa kasih yang tercipta antara laki-laki dan perempuan ketika masih kanak-kanak (mudah berubah).
sedangkan dari informasi yang saya dapat dari Wikipedia Indonesia
Cinta monyet adalah istilah informal yang berarti perasaan cinta yang terjadi antara sepasang anak muda yang masih dalam masa remaja. Istilah ini juga dapat digunakan sebagai kata sindiran, yang digunakan kepada seseorang yang kurang mencintai pasangannya.
Cinta monyet, yang juga dikenal dengan "crush", bisa juga
dideskripsikan sebagai cinta seorang anak atau remaja kepada orang yang
lebih tua. Sebagai contoh, seorang murid yang "suka" kepada gurunya.
Dalam hal ini, istilah "cinta monyet" menggambarkan sebuah cinta yang
tidak akan mendapat balasan.
Berikut ini juga ada ciri-ciri cinta monyet:
1.Masih Malu-malu.
Perasaan suka atau cinta yang muncul saat masih remaja atau SMP adalah
cinta monyet. Karena ini adalah pertama kalinya, terkadang rasa cinta
ini membuat seseorang malu untuk mengungkapkannya. Apakah kamu masih
malu mengungkapkan rasa cinta kamu? Jika iya, itu artinya cinta kamu
adalah cinta monyet.
2. Tidak Terlalu Terikat.
Hubungan yang terjalin karena cinta monyet biasanya tidak terlalu
mengikat. Karena cinta monyet timbul dari rasa suka belum melibatkan
naluri dan hati. Jadi saat pacar menghilang hal ini tidak akan menjadi
beban.
3. Mencintai Karena Suka.
Kamu mencintai kekasih kamu tapi kenapa kamu mencintainya? Jika kamu
menjawab karena suka, itu artinya cinta kamu adalah cinta monyet. Karena
cinta monyet adalah cinta yang timbul atau muncul karena rasa suka.
4. Cinta Masa Remaja.
Ciri yang paling terlihat dari cinta monyet adalah cinta yang muncul
atau terjadi saat masih remaja atau SMP. Bahkan, belakangan anak SD juga
sudah mulai mengenal apa itu cinta dan mereka juga mengaku sudah punya
pacar. Inilah salah satu ciri cinta monyet yang paling mudah dilihat.
Dikutip dari http://ciricara.com/2012/02/27/ciricara-ciri-ciri-cinta-monyet/
buat temen temen yang mau tau gimana sih proses pacaran itu bisa terjadi, nih jawabannya:
1. Tahap ketertarikan
Dalam tahap ini tantangannya ialah bagaimana mendapatkan
kesempatan untuk menyatakan ketertarikan dan menilai orang lain. Munculnya
ketertarikan kita sama doi, misalnya, karena penampilan fisik (doi
cakep/cantik, tinggi), kemampuan (pintar), karakteristik atau sifat misalnya
sabar, cool abis, dan lain-lain. Menurut para ahli, umumnya cowok pada
pandangan pertama lebih tertarik pada penampilan fisik. Sedangkan cewek lebih
karena karakteristik atau kemampuan yang dimiliki cowok.
2. Tahap ketidakpastian
Pada masa ini sedang terjadi peralihan dari rasa tertarik
ke arah rasa tidak pasti. Maksudnya, kita mulai bertanya-tanya apakah doi
benar-benar tertarik sama kita atau sebaliknya apakah kita benar-benar tertarik
sama doi. Pada tahap ini kita mendadak ragu apakah mau melanjutkan hubungan
atau tidak. Kalau kita enggak mampu memahami tahapan ini, kita akan mudah
berpindah dari satu orang ke orang lainnya.
3. Tahap komitmen dan keterikatan
Pada tahap ini yang timbul adalah keinginan kita kencan
dengan seseorang secara eksklusif. Kita menginginkan kesempatan memberi dan
menerima cinta dalam suatu hubungan yang khusus tanpa harus bersaing dengan
orang lain. Kita juga ingin lebih rileks dan punya banyak waktu untuk
dilewatkan bersamanya. Seluruh energi digunakan untuk menciptakan saling cinta
dan hubungan yang harmonis.
4. Tahap keintiman
Dalam tahap ini mulai dirasakan keintiman yang sebenarnya,
merasa lebih rileks untuk berbagi lebih mendalam dibandingkan dengan masa
sebelumnya, dan merupakan kesempatan untuk lebih mengungkapkan diri kita.
Tantangannya adalah menghadapi sisi yang kurang baik dari diri kita. Tanpa
pemahaman yang baik bahwa cowok dan cewek mempunyai reaksi yang berbeda
terhadap keintiman, kita akan mudah mengambil kesimpulan yang salah bahwa
terlalu banyak perbedaan antara kita dan doi untuk melanjutkan hubungan.
tahu ga sih temen temen kalau cinta dalam konteks pacaran untuk remaja itu berkaitan erat sama yang namanya seks. pacaran tidak selalu berarti seks. Tapi cinta yang muncul
dalam hubungan seks di luar nikah sifatnya semu. Mengandalkan hubungan pada hal
yang sifatnya semu tentu saja sangatlah lemah.
Pacaran yang berorientasi pada seks akan mengganggu proses
adaptasi karena dalam kancah seks semuanya tampak bagus-bagus saja. Kedua pihak
sama-sama memelihara yang manis-manis saja.
Secara faali, cowok lebih gampang tancap gas dan telat
nginjak rem, sedangkan cewek biasanya masih dalam kondisi sadar saat cowoknya
sudah lupa daratan. Inilah sebetulnya saat yang tepat untuk menginjak rem
kuat-kuat. Pengendalian diri dalam hal ini sering kali gagal. Oleh karena itu,
lingkungan harus diciptakan agar rem tidak telat diinjak.
Kondisi lingkungan yang tidak mendukung, antara lain:
berdua saja di tempat yang jauh dari keramaian, tertutup, bebas gangguan, atau
gelap. Di tempat seperti ini iman sering kali melemah, moral dan akal sehat tak
berfungsi.
setelah tadi kita membahas tenatang cinta monyet, sekarang kita bahas dampak negatif dan positifnya. sebalum dampak positif kita bahas dulu dampak negatifnya supaya kita jauh lebih hati hati
Dampak negatif pacaran:
1. Mudah terjerumus ke perzinaan
Beberapa pelaku pacaran seringkali menyangkal tentang hal
ini. Kata mereka, asalkan bisa menjaga hati, InsyaAllah tidak terjadi hal itu
(waaah, perbuatan munkar kok pake InsyaAllah..)Tentang dampak negatif yang pertama ini tak perlu
disangkal lagi. Tak terhitung lagi jumlah pemuda muslim yang benar-benar
terjerumus dalam perzinaan—yang diawali dari aktivitas pacaran. Kalau sudah
berzina, berarti ia telah melakukan dosa besar yang akan menyebabkan
dampak-dampak buruk lainnya—baik yang ia rasakan di dunia maupun di akhirat.
2. Melemahkan Iman
Orang yang pacaran cenderung meletakkan rasa cinta kepada
kekasihnya di atas rasa cinta kepada Sang Pencipta. Tak perlu mengelak ataupun
mengiyakan, sebab pernyataan ini bisa dibuktikan dengan kualitas ibadah
seseorang. Jika kualitas ibadah seseorang menurun setelah mengalami jatuh
cinta, itu artinya porsi kecintaannya kepada Allah berkurang. Ia jadi jarang ke
Masjid, jarang membaca Al Quran, meninggalkan shalat sunnah, bahkan beberapa
hafalannya hilang, serta banyak ibadah lain yang terlewatkan.
3. ‘melatih’ kemunafikan
Orang yang berpacaran itu seringkali menipu, berusaha agar
pasangannya yakin bahwa ialah yang terbaik. Memang tidak semua.. tapi umumnya
begitu. Ia akan menampakkan hal-hal yang baik di depan kekasihnya. Adapun hal-hal
yang buruk sebagian besar ia sembunyikan. Sebagian orang ada yang sengaja
menunjukkan beberapa keburukannya kepada kekasihnya sekedar untuk meraih
simpati, mencari kesamaan, mendapatkan pemakluman, atau sebagai bumbu-bumbu
romantisme belaka. Namun tidak jarang orang yang berpacaran mengatakan sesuatu
yang sebenarnya bertentangan dengan hati kecilnya.
4. Menjadikan panjang angan-angan.
Orang yang sedang jatuh cinta—pacaran—seringkali teringat
dengan orang yang dicintainya itu. Lalu ia memikirkan sesuatu, berandai-andai
setiap waktu—tentang apa yang akan dilakukan nanti saat bertemu, tentang apa
yang akan diberikan saat itu, tentang kata-kata yang akan diucapkan sebagai
bumbu, dan masih banyak lagi. Padahal ummat Islam dilarang berpanjang
angan-angan.
5. Mengurangi produktivitas
Jika tidak pacaran, seorang siswa tentunya bisa melakukan
aktivitas lain yang lebih produktif; misal membuat karya seni, menulis artikel,
cerpen, puisi, karya tulis, mengerjakan PR, atau yang lainnya. Namun seringkali
produktivitasnya turun lantaran ia berpacaran.
6. Menjadikan hidup boros
orang yang pacaran akan selalu berkorban untuk pacarnya.
Bahkan uang yang seharusnya untuk ditabung bisa habis untuk bersenang-senang:
membelikan hadiah pacarnya, membeli pulsa, mentraktir, nonton Film, dan yang
lainnya.
7. Akan melemahkan daya kretaifitas dan menyulitkan
konsentrasi, karena pikiran mereka hanya tertuju kepada pacarnya
8. Akan menyebabkan terlambatnya studi. Banyak fakta
yang menyebutkan bahwa menurunnya prosentase kelulusan para pelajar adalah
akibat pacaran, mereka jarang belajar, karena jalan-jalan terus dengan
pacarnya, tidak pernah beli buku (karena uangnya habis untuk berenang-senang).
9. Terjadinya pertengkaran dan pembunuhan, hanya karena
rebutan pacar.
10. Tidak setia dengan pasangannya jika sudah menikah,
karena masing-masing ingat dengan pacarnya yang lama, dan selalu
membanding-bandingkan antara suami/ istrinya yang syah dengan pacarnya yang
lama.
Nah baru sekarang kita bahas dampak positifnya
1.Prestassi di sekolah
Prestasi meningkat biasanya karena semangat belajar yang naik akibat ada
pacar yang senantiasa memberikan dorongan dan perhatian atau karena ingin
membuktikan kepada orangtua bahwa meskipun kita pacaran prestasi belajar kita
tidak terganggu
2.Berkembangnya prilaku baru
Pacaran bisa membantu orang
mengembangkan perilaku yang positif kalau interaksi yang terbentuk bersifat
positif. Misalnya, pacaran dengan orang yang jago motret. Maka,
bukan tidak mungkin kita akan tertular barang sedikit. Atau pacaran dengan
orang yang sangat peduli sama orang lain dan penolong, maka kita yang tadinya
cuek bisa saja tertular
selain dampak neagtif dan positif dari pacaran ada juga yang perlu kita perhatikan sebagai remaja yang sedang menikmati apa itu cinta monyet, yang harus kita perhatikan itu kedewasaan kita. Kedewasaan kita dalam berpacaran bisa dilihat dari kesiapan
untuk bertanggung jawab. Ini dapat dilihat dari kemampuan untuk menyesuaikan
diri dengan berbagai tuntutan peran, membagi waktu, perhatian, dan tanggung
jawab antara belajar, pekerjaan rumah, dan pacaran. Kesiapan untuk berbagi
dengan orang lain, menghadapi permasalahan pacaran, dan tetap bisa
mengendalikan diri dan memenuhi nilai-nilai yang dianut dalam berhubungan
dengan lawan jenis.
Jadi kita bisa simpulkan ya teman teman kalu kita boleh mengenal yang namanya cinta monyet dengan catatan kita harus melakonin pacaran itu dengan sehat.
Pacaran yang sehat dan bertanggung jawab:
1. Saling terbuka, mau berbagi pikiran dan perasaan secara
terbuka, jujur, mau berterus terang dengan perasan kita terhadap tingkah laku
pacar. Siap nerima kritik dan kompromi.
2. Menerima pacar apa adanya yang dilandasi oleh perasaan
sayang. Tidak menuntut sesuatu yang berada di luar kemampuannya.
3. Saling menyesuaikan. Kalau dalam proses ini terlalu
sering ribut, maka perlu mempertimbangkan kemungkinan berpisah.
4. Tidak melibatkan aktivitas seksual karena dapat
mengaburkan proses saling mengenal dan memahami satu sama lain.
5. Mutual dependensi, masing-masing merasakan adanya
saling ketergantungan satu sama lain. Oleh karena itu, diharapkan kita dan
pacar mampu melengkapi kekurangan, sedangkan kelebihan yang dimiliki diharapkan
mampu menutupi kekurangan pasangan.
6. Mutual respect, saling menghargai satu sama lain dalam
posisi yang setara.
Dikutip dari http://agumsaiy.blogspot.com/2012/01/pengaruh-pacaran-bagi-pelajar.html
selain kita sebagai remaja yang sedang masa masa ingin segala mencoba yang perlu berhati hati juga sudah tentu orang tua kita, jadi para orang tua menghadapi masa sekarang bukan melarang anaknya untuk mengenal cinta tapi memberi pengarahan dan pengertian yang sejelas jelasnya kepada anak mereka jangan sampai anak mereka mencari semua jawaban dari pertanyaannya tersebut sendiri karena itu sangat amat bahaya untuk anak remaja yang cenderung belum bisa mengendalikan diri.
Semoga bermanfaat ya teeman teman.